Syndrome Formalitas

sdsfGelar hanyalah sebatas kumpulan huruf penghias nama dan peningkat derajat. Sehingga pendidikan tinggi hanyalah formalitas untuk mendapatkan gerbong huruf di belakang nama. Itulah yang terjadi pada sebagian besar penduduk negeriku tercinta ini.

Rasa bangga atas riwayat pendidikan yang dimiliki membuat manusia berlomba-lomba menempuh pendidikan tinggi setinggi mungkin. Animo untuk memperoleh sanjungan membuat manusia menempuh cara apapun agar dapat melewati lika liku pendidikan dengan mulus. Yang penting lulus. Itukah yang diharapkan bangsa ini?

Sungguh suatu prinsip yang harus diubah. Apa jadinya bila semua orang mendapatkan gelar fantastis namun hanya bisa terdiam kaku saat berada di lapangan? Output seperti itukah yang dicari? Tentu saja tidak. Pemuda bangsa, pahlawan bangsa, penerus bangsa, adalah orang-orang yang dengan tangguhnya mencari ilmu guna mengabdi kepada masyarakat, bangsa dan negara.

Pendidikan tinggi, memberikan gelar “maha” kepada siswanya. Kenapa harus ada kata “maha”? karna merekalah orang-orang yang akan menjadi solusi dari segala permasalahan. Baik dari segi ideologi, ekonomi, sosial, politik, teknologi, masing masing memiliki problematika yang harus dipecahkan. Karenanya dibentuklah pendidikan tinggi guna melahirkan bangsa-bangsa yang mampu mengobati keresahan masyarakat terhadap Indonesia yang tak hentinya diselimuti oleh permasalahan.

Jika pendidikan tinggi hanyalah formalitas, apa jadinya bangsa ini?

Salam kritis mengkritisi,
Afifah Ainun Mardiyah

#TugasMagang
#BEMKMFT
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s